Sometimes you need advice, Ask a teacher to solve your problems.

Make a Difference with education, and be the best.

Putting Children First. Preparing Children For Success In Life

How you can get top grades, to get a best job.

Latest Posts

Friday, 14 September 2018

Duniahalal.com, E-Commerce Muslim yang Lumayan Lengkap

Admin2
ilustrasi/lihat
Indonesia kini menjadi lahan subur bagi bisnis perdagangan elektronik atau biasa dikenal e-commerce. Berdasarkan data sensus ekonomi 2016 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), industri e-commerce di Indonesia dalam 10 tahun terakhir tumbuh sekitar 17 persen dengan total sekitar 26,2 juta usaha.

Melihat peluang ini, PT Galaksi Dunia Halal memberanikan diri untuk menghadirkan Duniahalal.com di tengah merebaknya e-commerce di Tanah Air.

Yang menjadi pembeda antara Dunia Halal dan e-commerce pada umumnya yaitu terletak pada sasaran pasarnya. Presiden Direktur PT Galaksi Dunia Halal/Duniahalal.com Ndang Sutisna mengemukakan, target utama bisnisnya ditujukan kepada muslim di seluruh Tanah Air. Mengingat jumlah muslim di Indonesia sangat besar, Ndang menciptakan e-commerce berbasis halal.

Baca: 5 E-Commerce Busana Muslimah yang Hit

"Sebagai pelaku bisnis, saya melihat umat muslim di Indonesia jumlahnya hingga 85 persen, tapi enggak ada e-commerce yang berbasis halal. Akhirnya, saya memberanikan diri untuk membuat Dunia Halal. Saya ajak teman-teman, ada yang jago IT, pendanaan, pengiklanan, dan lain-lain," katanya saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis 7 September 2017.

Ndang mulai mengembangkan sistem ini dari 2016, sedangkan pembukaan perusahaan baru dimulai pada Januari 2017. Produk yang ditawarkan oleh e-commerce serba halal ini pun beragam, mulai dari fesyen, makanan dan minuman, produk herbal, elektronik, kebutuhan ibu dan anak, perkakas rumah tangga, lukisan, kaligrafi, hingga otomotif.

"Produk kami terbagi dua, ada branded dan UKM (Usaha Kecil Menengah). Kalau branded, harus bersertifikasi halal dari MUI. Kalau UKM, ada pembinaan dari kita sampai akhirnya dapat sertifikasi MUI. Sebenarnya boleh belum bersertifikat dulu, tapi dalam proses binaan kita hingga nanti jadi branded dan bersertifikasi MUI. Pembinaan UKM dilakukan terhadap packaging, logo, dan sebagainya," ujar Ndang.

Dunia Halal juga menyediakan beragam kebutuhan ibadah muslim, antara lain perlengkapan ibadah hingga wisata halal, termasuk di antaranya paket Umroh dan Haji Plus. Selain itu, ada pula layanan pembelian pulsa, listrik, PDAM, BPJS, dan transaksi Payment Point Online Bank (PPOB) dan lainnya. Akan tetapi, untuk sistem pembayaran, Dunia Halal tidak menerima transaksi melalui kartu kredit.

Baca: Daftar Lengkap E-Commerce Muslim 

"Untuk pembayaran bisa dilakukan via apa saja, asal bukan kartu kredit. Untuk urusan kartu kredit, nanti kita akan ada sistem pembayaran via kartu kredit yang halal, tapi ini masih proses dan butuh waktu tiga bulan. Sebenarnya kartu kredit syariah bisa, tapi kalau kayak gitu yang bertanggung jawab bukan kita, melainkan bank-nya. Di kita kan ada Dewan Syariah sendiri. Tapi kalau kartu kreditnya sudah syariah, ya kita harus menghargai Dewan Syariah yang ada di bank tersebut," jelasnya.

Saat ini, Ndang menyebutkan, ada sekitar 30.000 merchant yang tersedia di aplikasi Dunia Halal. Perusahaannya menargetkan hingga 100.000 merchant dalam satu tahun dengan nilai transaksi Rp1 triliun. Sedangkan untuk transaksi awal, Ndang menyebutkan, target 500 ribu kunjungan setiap bulannya, dengan nilai transaksi sebesar 2 persen dari jumlah kunjungan tersebut.

"Saya cukup pede, karena ke depannya Dunia Halal akan punya produk dan layanan yang enggak ada di e-commerce lain, akan beda banget, karena fasilitas yang kami sediakan memang betul-betul untuk Muslim. Saya enggak bisa kasih detil sekarang, karena ini menyangkut strategi perusahaan," ucapnya. (sumber)

Friday, 13 October 2017

Pesantren Bisa Transformasi Indonesia Seperti Jepang

Admin
Inisiator program pengiriman guru agama dan pimpinan pesantren Indonesia ke Jepang Profesor Jamhari Makruf melihat banyak nilai modernisasi yang bisa ditiru dari Negeri Sakura tanpa harus kehilangan jati diri bangsa.

"Biasanya orang Islam takut sekali kalau sekolah atau pendidikannya berubah kemudian akan ikut mengubah jati diri Islamnya. Jepang bisa memberi contoh meskipun berkembang menjadi negara maju dan modern, tetapi nilai-nilai budaya aslinya masih tertanam dengan sangat baik," ujar Jamhari usai acara Penyampaian Laporan Hasil Program Kunjungan Pimpinan Pesantren ke Jepang tahun 2017 di Jakarta, Kamis malam.

Guru Besar Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyebut beberapa nilai budaya Jepang yang patut dicontoh oleh sekolah dan pesantren di Tanah Air antara lain kebersihan, kedisiplinan, menghargai waktu, ramah dan sopan santun, saling menghormati, etos kerja yang tinggi, kreativitas dan inovasi, serta kemajuan teknologi.

Dengan mengikuti program kunjungan selama 10 hari di Jepang, guru dan pimpinan pesantren Indonesia diharapkan dapat membagikan inspirasi dan pengalamannya mengamati dan merasakan tinggal di tengah-tengah masyarakat Jepang kepada para santri di daerah asal masing-masing.

Program yang bertujuan memperdalam pemahaman antara Jepang dan masyarakat Muslim Indonesia dilaksanakan setiap tahun sejak 2004 dengan pembiayaan penuh dari pemerintah Jepang.

Tahun ini, sebanyak sembilan guru dan pimpinan pesantren serta seorang pendamping dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN mengunjungi Tokyo, Hiroshima, dan wilayah Kansai untuk melakukan berbagai kegiatan antara lain peninjauan ke sekolah, program homestay, dan dialog lintas agama pada 3-12 Oktober.



Proses seleksi dilakukan oleh PPIM dengan menilai pesantren-pesantren yang berpengaruh di wilayahnya, jumlah santrinya cukup banyak, kiainya dipandang oleh masyarakat sekitar, serta memiliki sekolah formal yang bisa dikembangkan.

Salah satu kisah sukses dari program kunjungan para pimpinan pesantren ke Jepang dapat dilihat dari sebuah pesantren diniyah putri di Padang Panjang, Sumatera Barat.



"Kini selain terinspirasi untuk membuat pesantrennya lebih bersih dan nyaman, pesantren tersebut telah bekerja sama dengan sekolah di Jepang untuk program pertukaran pelajar. Jadi setiap tahun beberapa santri dari Sumatera Barat dikirim ke Jepang dengan biaya mereka sendiri," ujar Jamhari.

Kesuksesan program kunjungan pimpinan pesantren ke Jepang ternyata menarik minat guru-guru agama dari negara lain untuk berpartisipasi dalam program serupa.

Pada 2016 sebanyak 10 pimpinan pesantren dari Malaysia telah mengikuti langkah Indonesia, dan saat ini guru-guru agama dari Filipina sedang menjajaki keikutsertaan mereka untuk program yang sama.  (sumber)

Sunday, 25 June 2017

Mengenal PKBM Pakkat Centre of Excellence yang akan Didirikan di Pakkat

Admin
Sebuah PKBM akan didirikan di Pakkat, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara untuk melengkapi alternatif pendidikan di tempat tersebut.

Kepala Desa setempat telah menyetujui pendiriannya dan diharapkan dapat memberi sumbangsih untuk pembangunan.

Info lengkapnya bisa dilihat di sini

Our Team

  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers
  • Syed Faizan AliMaster / Computers